10 Tips Memulai Investasi Properti Bagi Pemula


Dari sekian banyaknya jenis investasi, di antara investasi yang dinilai paling menjanjikan ialah investasi properti. Pasar properti memang telah mencetak tidak sedikit investor yang berhasil dengan profit yang begitu besar. Tak melulu berupa rumah, adapun dalam properti berupa apartemen, kantor atau bangunan lainnya.

Maka tidak heran andai saat ini beberapa orang lebih tertarik untuk memindahkan investasinya ke sektor properti. Di samping itu, risiko investasi propertilumayan tinggi. Jika tidak bisa mengendalikannya, bisa-bisa ini bakal menjadi bencana untuk keuangan Anda.

Sebelum mengawali bisnis, ayo simak 10 teknik investasi properti inilah ini.

1. Miliki Keterampilan Reparasi
Apakah kita memiliki kemampuan mereparasi bangunan? Seperti mewarnai dinding,membetulkan toilet yang tersumbat, atau membetulkan bagian beda dari bangunan yang rusak? Mungkin beberapa orang akan beranggapan untuk mengalihkan sejumlah pekerjaan tersebut untuk tukang atau orang beda yang lebih berpengalaman daripada mengerjakannya sendiri.

Namun bagaimana andai Anda mempunyai dua properti atau lebih yang diinvestasikan? Tentunya urusan ini bisa menghabiskan tidak sedikit biaya dan akanmeminimalisir keuntungan. Jadi, bakal lebih baik bilamana Anda memilikikemampuan reparasi sendiri.

2. Lunasi Utang Terlebih Dahulu
Tak jarang, semua investor properti akan memungut metode mengutang dalam memulaitahapan investasinya. Tapi, rata-rata orang barangkali tidak seharusnya mengambiltahapan ini. Jika kita masih pemula, usahakan duit yang dipakai untuk investasi properti bukan dari duit pinjaman.

Di samping itu, Anda dapat menunda terlebih dahulu untuk melakukan pembelian unit properti andai masih mempunyai tunggakan utang sebab ini bukanlah tahapan yang tepat.

3. Apakah kita Punya Uang Muka Lebih?
Pastikan kita mempunyai uang muka yang lumayan atau lebih. Karena, dalam investasi properti seringkali membutuhkan duit muka lumayan besar dibanding melakukan pembelian sebuah bangunan yang bakal ditempati oleh pemiliknya sendiri. Tentunya pun mempunyai persyaratan persetujuan yang lebih ketat dan ongkos ekstra lainnya.

4. Hati-hati Dengan Suku Bunga Tinggi
Saat ini, ongkos meminjam uang barangkali terlihat murah. Namun, suku bungaketika Anda hendak mengerjakan investasi properti dapat lebih tinggi lagi. Jadi, pastikan kita memiliki angsuran bulanan lumayan rendah sampai-sampai keuntungan kita tidak bakal terpakai terlampau banyak.

5. Hitung Margin (Keuntungan) Anda
Biasanya semua perusahaan besar tidak jarang kali menargetkan keuntungannyaselama 5 sampai 7 persen. Sementara investor pribadi harus menargetkan minimal 10 persen.

Pastikan kita menyisihkan ongkos pemeliharaan sebesar 1 persen dari nilai properti masing-masing tahunnya. Tak lupa pun pengeluaran lain, laksana asuransi, pajak properti, dan ongkos bulanan lainnya laksana pengendalian hama yang mesti kita persiapkan budgetnya.

6. Jangan Beli Bangunan Bekas (Second)
Mungkin tidak sedikit orang tergoda melakukan pembelian bangunan second dengan harga murah dan menjadikannya sebagai investasi properti sesudah bangunan itu direnovasi. Bagi pemula, ini bukanlah gagasan yang baik!

Kecuali andai Anda mempunyai sejawat atau kontraktor terampil yang bisa dimintai bantuan. Pastikan tidak membuang tidak sedikit biaya guna merenovasi. Atau opsi lainnya, carilah bangunan dengan harga di bawah rata-rata pasar tetapi perbaikannya sedikit.

7. Hitung Biaya Operasional
Hal ini sering luput dari perhatian semua investor properti. Agar terhindar dari kerugian, pastikan kita menghitung dengan rinci ongkos operasional yangdiperlukan setiap unitnya. Mulai dari perbaikan, ongkos pajak dan lain-lain. Secara keseluruhan, ongkos operasional pada properti baru bakal memakan ongkos sekitar 35% sampai 80% dari penghasilan operasional kotor.

8. Memilih Kategori Low-end
Bagi kita yang baru saja mengawali bisnis investasi properti dengan modal terbatas, tidak terdapat salahnya memilih kelompok properti yang masih low-end. Artinya, bila hendak menginvestasikan rumah, Anda dapat memilih lokasi tinggal dengan spesifikasi simpel terlebih dahulu.

Tujuannya, pasti saja supaya sesuai dengan besaran modal. Dalam prinsip ini yang diutamakan ialah untuk meningkatkan aset terlebih dulu. Ketika aset telah berkembang, Anda dapat menambahkan modal dari deviden yang telah didapat guna mengembangkan bisnis properti lain.

9. Cermati Peta Perencanaan Wilayah
Setelah kita mantap untuk mengerjakan investasi dalam industri properti,sekarang saatnya kita melihat terbit untuk menilai tempat yang tepat. Sebaiknya Anda menggali informasi mengenai perencanaan distrik tersebut.

Misalnya, wilayah A bakal dijadikan sebagai distrik industri. Ini berarti Andabisa memanfaatkan wilayah tersebut untuk mengerjakan investasi karena dapatdijamin harganya bakal cepat melambung.

10. Cari Lokasi yang Tepat
Ini yang sangat penting! Pasalnya, tempat akan menilai berhasil atau tidaknya investasi Anda. Pastikan menggali area dengan ongkos pajak rendah, wilayah yang layak, lingkungan dengan tingkat durjana rendah. Di samping itu, hal lainlaksana dekat sekolah, perbelanjaan, taman dan restoran pun patut diperhatikan.

Pilihlah wilayah “Sunrise Property”. Sunrise Property ialah properti yang berada di area yang akan bercahaya atau berkembang dalam kurun masa-masa 5 tahun mendatang. Harga properti di area ini bakal terus naik seiring dengan berkembangnya wilayah tersebut. Hal ini diprovokasi oleh pembangunan fasilitas-fasilitas umum, khususnya infrastruktur laksana jalan utama, jalan tol, dan lainnya.

Investasi properti tidak laksana saham atau duit yang dikelola. kita tidakdapat hanya memasarkan sebagian dari properti yang diinvestasikan. Anda pun dapat mempertimbangkan berkolaborasi dengan partner (partner) kawakan di sektor properti untuk menolong memulai bisnis investasi properti Anda.
10 Tips Memulai Investasi Properti Bagi Pemula 10 Tips Memulai Investasi Properti Bagi Pemula Reviewed by lydiapradita on 10.26 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.